Perempuan beronce duka
Menghapus jejak pada sepenggal jingga di ujung asa
Setelah duganya sebatas kira
Perempuan bergaun duka
Taklagi bisa berbincang cahaya
Taklagi dapat bertutur awan, juga segala
Lunglai…
Perempuan duka mendaki tangga langit
Mencari pintu surga
Jakarta, 29 Agustus 2008
Arsip untuk Agustus, 2008
Perempuan Duka
Diposkan dalam Puisi pada Agustus 29, 2008 | 1 Komentar »
Kau dan Kekasih
Diposkan dalam Puisi pada Agustus 29, 2008 | 1 Komentar »
Di lembah kaca
Kau dan kekasih adalah pengantin pasir
Warnamu adalah kesucian
Senyummu adalah dekapan
Lagumu adalah tetesan embun, kicau burung dan gemerisik pepohonan
: kau dan kekasih adalah pengantin pasir …
di lembah kaca
Jakarta, 26 Agustus 2008
Tentang Dia
Diposkan dalam Puisi pada Agustus 28, 2008 | 1 Komentar »
Langkahnya terayun kencang
Terengahengah
Hingga terpercik bunga api
Dari pukulan kuku kakinya
Pagi itu dia datang tibatiba
Dan debudebu beterbangan
Menyerang…
Menyerbu…
: Kuda Perang
(Jakarta, 26 Agustus 2008 )
Salju
Diposkan dalam Puisi pada Agustus 20, 2008 | 10 Komentar »
Salju runtuh satusatu
Juga kita…
: beku
menatap waktu
(Jakarta, 20 Agustus 2008 )
Menjelang Subuh
Diposkan dalam Puisi pada Agustus 20, 2008 | 1 Komentar »
Layangkan pandang di hamparanmu
Sejauh mata merekam…
Hanya riak ombak lembut tertingkah hembusan angin
Dan sinar bulan terpantul indah di permukaanmu…
Seolah beri salam di pagi yang belum sempurna
Merayapi damai…
Tergetar…
Bermohon pada Penguasa subuh
Hingga pagi sempurna di Selat Sunda
(Merak, 18 Agustus 2008 )
Pulang
Diposkan dalam Puisi pada Agustus 20, 2008 | Leave a Comment »
: 00.46…
Tanah masihlah terbasahkan hujan senja
Beku senandungi pekat … lekat
Laju menderu tapaki jejakjejak usang merangkul malam
…tanpa tabur bintang
Pada terjalnya laju, kusambangi rindu
Menjamuku dalam kenangan
: Pulang
(Bukit Dago – Merak, 16 Agustus 2008 )
Permintaan Sunyi
Diposkan dalam Puisi pada Agustus 20, 2008 | Leave a Comment »
”Bisakah kau bawa dia?” Pintamu pada angin
Angin diam…
Akh…andai sudah melukisnya di larik pelangi…
Angin masih diam…
Sunyi tergugu
Terpagut rindu…
(Kebon Nanas – BSD, 14 Agustus 2008 )
Perjalanan 2
Diposkan dalam Puisi pada Agustus 13, 2008 | 1 Komentar »
Mendung menggantung pada hati yang temaram
Selepas badai…
Sedang langit masihlah merah
Dan anak ombak menggeliat rindu
Tanpa Sapaan Kata
Diposkan dalam Puisi pada Agustus 13, 2008 | 1 Komentar »
Hari kelima…
Ketika tak satupun kata menyapa
Jangankan sebuah wacana
Satu katapun takada
Hilang…
Sirna bersama awan berarak
Tinggalkanku
Beku tanpa rindu…
(Jakarta, 13 Agustus 2008 :: by Ratnaningsih DH & Fitri H )
Kebiasaan Baik yang Buruk : Lho Kok..?
Diposkan dalam Diary pada Agustus 13, 2008 | 2 Komentar »
Bukan hal yang berbeda kulakukan tadi malam sebelum akhirnya menyatu dengan dunia mimpiku. Masih seperti biasanya, membaca sambil berbaring. Ketika kantuk telah menyerang, aku tinggal meletakkan buku di sebelahku dan tidur. Mudah bukan? Begitupun tadi malam. Aku masih harus melanjutkan membaca buku berjudul La Tahzan yang sempat tertunda sekian lama. Entah berhasil menyelesaikan berapa lembar, [...]