Di rumah ini aku pulang. Kurebahkan tubuhku di lantai dan pandangi langitlangitnya sesaat kemudian terpejam. Kuhirup nafas dalam agar taklagi sesak mendekam di dada. Di luar, tlah kutinggalkan sesuatu yang membuatku resah. Aku takmau membawanya masuk. Aku ingin larut dalam keheningan rumahku.
Sesuatu itu telah membuatku taklagi dapat memilih apa yang tepat kulakukan ketika pengertian yang kupinta begitu saja terabaikan. Ketika kepedulian yang kusuguhkan takberbuah syukur tapi justru membuai, melenakan…
Aku merasa letih dan sedang takingin memikirkannya. Hanya berharap saat kubuka pintu rumah ini esok pagi, resah itu taklagi ada. Tapi entah ia rela pergi atau tetap tinggal di luar untuk menyambutku. Aku taktahu. Biarlah kudapatkan jawabannya esok hari. Sekarang biarkan aku bermimpi…
Jakarta, 3 Desember 2008
Mimpilah… dan wujudkan mimpi itu pada satu realita hidup…
terus semangat
meski dimana mana banyak ujiannya
makasih bro atas kunjunganya ke blogku ….
nama blognya bagus “ilalang basah”..???
aku suka istilah itu …..
isiny juga bagus2 kok …
sekarang bermimpi dan besok merealisasikannya yah…
Sajak kupu – kupu di ranting – ranting rapuh
Di hamparan padang luas
Di kelopak – kelopak layu sisa hari
Di ujung musim ini
Tak ada lagi sisa – sisa air mata
Semua kadung mongering
Mengalir sepanjang musim yang lalu
Entah berapa banyak sudah
Hati yang terluka di serambi taman
Entah berapa banyak yang terhanyut
Tertelan puisi – puisi bertuba
Dan, sajak kupu – kupu di ranting – ranting rapuh
Tetap menggema
Diujung musim ini
Pernah saya membaca kisah seorang tahanan Nazi, yang menulis kepada keluarganya di rumah :
Gembira menceritakan, bahawa ia dipindahkan dari sel yang hanya berupa empat tembok belaka ke sel lain, yang ada jendelanya pada dinding, jauh di atas, hingga ia dapat melihat secarik langit biru di pagi hari, & beberapa bintang di waktu malam.
Baginya ini harta tak terhingga.
Sehabis membaca kisah itu saya menjenguk keluar dari jendela, memandangi seluruh bentangan langit………
Sya sejuta kali lebih kaya daripada tahanan malang itu, tetapi dari kekayaan itu saya tidak menikmati sebutir kecil kegembiraan, dibandingkan apayang diperoleh tahanan itu dari kemungkinannya yang serba terbatas.
Kalau jujur, saya malahan tidak mengalami senang apa-apa.
………………………………………..
Hari ini aku mau bersyukur atas setiap barang kecil apapun juga di dalam hidup :
Motor tuaku yang masih lancar berjalan,
Air yang mengalir kalau aku membuka keran,
Lampu yang menyala kalau aku menekan saklar,
Speri bersih di tempat tidur…………
Semoga hatiku akan merasa puas meluap & hampir selalu gembira.
Karena rahasia untuk selalu gembira itu SELALU BERSYUKUR.
Saat terpejam…
hanya kulihat kilatan gambar yang menyakitkan
ketika membuka mata…
hanya nestapa yang menyambut dengan senyuman derita,
karena itu aku benci mengatupkan mata…
aku benci membuka mata…
aku hanya ingin berada pada sebuah ketiadaan..
aku hanya ingin mengucapkan ;
Bermimpilah malam ini.
Agar jiwa tak layu oleh belenggu resah.
Tidurlah jiwaku,
Tidurlah……..
tak kan kubangunkan kau dalam mimpi indahmu
bersujudlah padanya,
.
tenangkan hati,
.
tarik nafas perlahan,
.
tidur yang nyenyak,
puitis bgt…
salam kenal
^^