Bilakah kubisa
Menjadi udara dinginkan bara
Menjadi angin terbangkan perih
Menjelma cahaya yang takpernah terbendung luka
Aahh…
Betapa ingin kubisa
Miliki jiwa sedalam asa….
(Jakarta, 16 Desember 2008)
.
Desember 16, 2008 oleh fitri hermawati
Bilakah kubisa
Menjadi udara dinginkan bara
Menjadi angin terbangkan perih
Menjelma cahaya yang takpernah terbendung luka
Aahh…
Betapa ingin kubisa
Miliki jiwa sedalam asa….
(Jakarta, 16 Desember 2008)
.
hmmm
perasaan yang sentimentil sekali
menikmati
EM
andai mampu..
kan ku pinta mimpi angin malam
mengantarkan sepotong rindu…
agar esok engkau sudi…
menemani sepi hari tanpamu
hingga usai sudah
senandung kerinduan
dan bait2 penantian
yg tak pernah berhenti tercipta..
seperti sigaret kretek yang terbakar..
habis menjadi abu…
–demi si perokok heheh…
bersama angin kita terbang
tinggalkan bayangan
salam,
abe
ketika jiwa kosong tak bermakna Sang Penguasa Alam adalah jawabannya. trims fit sdh mampir ke blogku.
Selalu biru langit kan hadir
seusai badai yang mengamukamuk
selalu masih ada kesempatan lain
setelah kecewa yang menamparnampar
…
meski tak seutuh diangan
meski tak lagi utuh
manusia hidup untuk menjadi,
ia hanya gagal karena terbelenggu persepsi