Padamu hanya kukatakan
Aku adalah angin yang tibatiba bangkit menerbangkan lautmu
Agar taklagi tenggelamkanku
Meski alam di luar gelap dan pekat
Aku dan penaku dan tintaku
Mendatangimu bukan agar meleleh oleh panas yang kau cipta
Semata ‘tuk berkata
Kau hanya melintas dalam hidupku
Lalu meruap hilang di angkasa
(Jakarta, 16 Desember 2008 )
aku tak mau diborgol
aku tak mau bungkam
aku ingin terbang lintasi angkasa sunyata
salam,
abe
hehe nengok lagi habis kalau tidak ke rumah penyair kemana lagi paling nikmat berkunjung.
sebab setiap sayapsayap akan terbang
ditiup angin…atau menjadi angin…
membelah langit, atau terbekam
seneng bangetz deh klo mampir ke sini…
selalu ada yang segar dan menyegarkan pikiran..
Bangkitlah Negeriku
Harapan itu masih ada
Puisinya keren!
ketika hilang di angkasa jemput dong, gunakan baling-baling bambu!
Met tahun baru
hanya aku, engkau dan angin..
met tahun baru yaw
}:>
segara wangi, kusuma rasa.
Hmm… mak nyes baca puisi di sini,
penamu menari
jiwamu memberi
**halah…*
salam kenal Fitri …
masih bingung memahami (maklum), konteksnya apa ya?
tapi bagus merangkai katanya.
Bangkit dari mana nih?