Perempuan…
Kenapa mesti berduka bila kau terluka?
Daundaun hijau masih bersama kita
Pun puisi dan mimpi
Takperlu kau hisap perihmu serasa demi serasa
Atau berhenti membacai pasir waktu
Nyanyikanlah bahasa mata dalam senyum rekah
Bersama matahari yang belum rendah
Bukan..!
Bukan hendak kucampur kau dengan airmata
Hingga langit terasa sesak
Tapi hariharimu takpantas menjadi sempit dan lebam
Dan takperlu ada penghalang bagi terik siang
Oh perempuan pengeja bintang
Oh perempuan kepasrahan
Kemarilah..!
Biar kuraih kedua tanganmu
Dan kita tulis sejarah pada tiaptiap impian semesta
(Jakarta, 17 Desember 2008 )
Perempuan…manakah itu hihik
Met berakhir pekan teman
nggak tau tu perempuan mana… T_T
peremupan, tulang igaku sendiri
bersamamu aku melihat sinar terang dunia
bersamamu aku tapaki lorong-lorong sunyi
bersama aku cicipi kemanisan dan kepahitan jagat
salam hangat,
abe barreto soares
hai fitri tolong jeblog dihapus donk dari blogroll mu karena jeblog dah gak aktik lagi
Mantap puisinya
perempuan….
yang membingkai merah senja dengan
kedua telapak tangannya…
tegarlah seperti hawa, saat sendiri, tanpa punya pilihan selain adam. “layakkah pilihan itu dianggap sebagai piihan ?”.
Dan adam-adam pn bermunculan..(adam smith,adam jordan, adam bacok, adam molen)
trimakasih link nya sayang…
mari kita tulis sejarah pada tiaptiap impian semesta,
duka karena luka
perih luruh
tanpa harus ada air mata
kenapa mesti berduka….
karena duka itu penyembuh luka..
karna airmata penyejuk jiwa…
……
regem tanganmu angruket kenceng
panas lathimu tak aras amleng
perempuan pengeja bintang!
wew, what an amazing frase!
perempuanku,
mengejalah kata puisiku
yuk bangkit… semangat!
baru mapir lagi nih ^^
Wah.. penyair juga nih.. salut.. tema blognya rada sama kaya aku, berkaitan dengan alam
dimanakamu ilalang basah, aku adalah menulis di alam.
Salam kenal
Tetap semangat…kamu bisa
Tapi menulis sejarahnya yang baik-baik saja ya…
berkunjung kembali
bangkit : the beginning
.
perempuan,
tidak terduduk
tidak terdiam
tidak terkulai
tidak teraniaya
tidak tersisihkan
tidak ter………
puisinya sangat indah ^^
membuatku benar2 larut di dalamnya..
hebat!! bahkan sungguh membuatku bangkit dan semangat,
sebagai seorang perempuan.
perempuan yang slalu kalah oleh duka karena terluka
trims sahabat^^
puisimu membuatku harus bergegas menyiapkan senyum untuk sambut matahari esok ^_^
jgn kau bersedih.hehe
slmt sore mbak
Mbak… mbak Fitri… ayo bangkit….
Salam anget masih kebul-kebul nih…