Sebentuk diam yang tercipta bukanlah sebuah perhentian. Lajunya takkan pernah kuusaikan meski entah warna apa yang akan tertinggal pada jejakjejaknya. Tak pula ku hendak menyuramkan segala kemungkinan yang hanya serupa jika. Biar pada pilihan itu sang waktu membawaku lumatkan segala kerikil, lompati setiap gelombang dan warnai sejuta pelangi.
Dan bila sebentuk jenggah tiba-tiba merasukiku, akankah semudah itu terpatahkan? Aku memang tak bisa hindari segalanya karena itulah jalanku. Bukan berarti kini keraguan menyerta pada langkah kakiku. Semata hasrat diri untuk sejenak berhenti agar lebih kencang berlari.
Akkhhh…!!! Sangat ingin aku berbagi…
Abdul Muis – Jakpus, 04 Maret 2009
Akhhhhhh…
Tadinya kirain panggilan untuk akhi siapa gitu…
Hehe
aku siap untuk berbagi,mbak
hehe…
salamku
akkhhh…akhirnya muncul lagi..apakabar fit??
kadang hari harus hujan agar senja datang dengan langit merah cerah…
Halo Fitri,
Kambali kita jumpa!
Kita butuh diam, kita butuh mundur, dan istirahat sejenak, dan kemudian berjalan lagi–menapaki lorong panjang ini.
Salam hangat dari Dili, Timor-Leste!
ABE
hai
mari kita lanjutkan perjalanan
Ayo dibagi-bagi
apa yang kamu pikir kamu bisa lakukan kalau kamu merasa bahwa hidupmu begitu……
hampa
hampa
hampa
hampa
hampa
dan hanya ada hampa
sementara kamu tidak punya cukup warna untuk melukisinya…….
teman tak cuma buat pajangan
namun teman adalah untuk saling berbagi
akhh kok ga update sis
mb fitriiiiiiiiiii
kapan k solo..?
mampir k kedaiku mba..
^_^
perjalanan masih panjang