Bintang perasaannya taklagi bercahaya seperti lonceng tanpa denting
Dikumpulkannya perlahan semua yang terserak
Tapi sayang, kembali lalu berhamburan
Hingga dunia seperti tanpa bahasa tanpa suara
Kemanisan yang hampa mendatanginya diamdiam
Di jalanjalan putih yang diasingkan
Ia dicengkram rasa putus asa
Jembatan air matanya pecah di kelopak mata
Ketika langit membuka atapnya dan menurunkan hujan
Membawa angin sedih ke pangkuannya
Di rimba prasangka ia takluk dan bisu seperti paku
Menggali katakatanya ke arah kehilangan
Dan saat awan berlari pelan,
Saat mata berpendar bersama buncah rindu,
Ia tinggalkan langkahnya di simpang jalan,
Dalam labirin ….
Jakarta, 30 Oktober 2010