Di luar senja telah benarbenar turun dan matahari mulai kehilangan warna, pudar. Kubiarkan langkahku terhenti diantara apa yang kurasa, yang kuingin dan segaris ketakutan yang melingkariku. Semampuku ‘tuk pahami ini meski belum juga kudapati diriku berada diluar ketakutanku. Perih itu tak mungkin tak memelukku….
Aku terjerat dalam senja kataklismik saat gerimis belum habis melewati serentang penantian, mengguyuri tiap jengkal perjalanan pada senja beraroma. Senja tanpa aroma yang kuminta, senja dengan aroma yang ia suka. Lalu apa yang kukira sekaligus seharusnya tak kukira kini, bagai sayapsayap yang takpernah menerbangkanku. Dan aku masih di sini terperangkap dalam senja kataklismik, maka ijinkan aku pulang saat cahayaku mulai remang, saat energiku mulai hilang…
Jakarta, 26 Oktober 2010
saya suka banget catatn ini sunnguh saya tertedun membacanya sedikit nmn penuh makna