Feeds:
Pos
Komentar

Basah-basahan di acara Pi Mai Lao

Tahun Baru Laos di sebut Pi Mai Lao, dirayakan tiap tanggal 14 sd 16 April, yang salah satu acaranya adalah siram-siraman air di jalanan (festival air). Nggak peduli wisatawan atau penduduk lokal, anak kecil atau orang dewasa, semua yang lewat dijalanan bakalan disiram. Siram-siraman ini mulainya agak siang sampai sore. Jadi nggak sampe bikin masuk anggin lah ya..hehe.Selain festival air, ada juga karnaval. Banyak yang cantik-cantik lho di sini.

Lanjut Baca »

Iklan

siang sepi, kalau malam rame di sini

Setelah menempuh perjalanan hampir 5 jam dari Vientiane (karena beberapa kali berhenti), sampai juga kami di Laos Haven Hotel Vang Vieng. Kok judulnya numpang tidur sih Fit? Heheee…. Iya soalnya karena kondisi badan lagi nggak oke, jadinya numpang tidur aja di sini. (Mau numpang tidur aja kok jauh banget ya…hehe…)

Laos Haven Hotel

Lanjut Baca »

Patuxai Monument

Yeaah…sampai juga kami bertiga (Lorence, Dewi & Saya) di Vientiane, setelah penerbangan airasia tertunda sekitar 2 jam dan kami kedinginan saat transit 4 jam di KLIA2. Jaketnya kurang tebel hehe..

Tiba di Bandar Udara Internasional Wattay, waktu menunjukkan jam 8 pagi (tanggal 9 April 2019). Setelah ini-itu di bandara, termasuk nuker uang dari USD ke KIP, kami dijemput oleh Chem Nguyen, pemilik apartemen tempat kami menginap selama 2 malam sebelum melanjutkan perjalanan ke Vang Vieng. Kami memang minta fasilitas penjemputan dari Chem. Manja ya, padahal bisa naik bis.

Lanjut Baca »

Batu Night Spectacular (BNS) dan Museum Angkut

 

Batu Night Spectucular (BNS)

Batu Night Spectucular (BNS)

Malam telah datang saat kami tiba di Homestay ABR1. Setelah makan, bersih-bersih badan dan istirahat sebentar, kami berempat (tanpa Daniel) berkunjung ke BNS. Daniel reunian dengan temannya dan kembali ke penginapan menjelang subuh. Lokasi BNS dari penginapan kira-kira 5 menit jalan kaki. Dekat kan…hehe…

Lanjut Baca »

Perjalanan menuju Kawah Bromo

Perjalanan menuju Kawah Bromo

#EastJavaTrip2016 sebagai trip penutup di tahun ini mulai serius dipersiapkan sepulang dari Via Ferrata di Purwakarta pada pertengahan September 2016. Rencana sebelumnya trip penutup adalah Taman Nasional Ujung Kulon, namun karena alasan tertentu maka dilakukan perubahan destinasi. Jawa Timur dengan Bromo sebagai spot utama menjadi pilihan trip tanggal 9 sd. 12 Desember 2016 dengan pasukan yang beranggotakan lima orang : Punta, Hakim, Daniel, Wildan, dan Saya.

Lanjut Baca »

CATATAN PAGI INI

museum-kebangkitan-nasional

“Setiap langkah adalah perjalanan menujumu”

 

Beberapa hal terjadi berturut-turut, berkaitan dengan interaksi dan kerja sama dengan orang-orang yang berbeda. Hal-hal yang terjadi itu membekaskan sesak di hati. Berdampak pada dua hal : konflik dengan orang lain dan konflik dengan diri sendiri.

Berjalan, berjalan dan berjalan…

Mencari jalan keluar, mencari pembebasan dari konflik dengan orang lain dan konflik dengan diri sendiri. Prioritasnya adalah menghentikan konflik dengan orang lain. Ketika itu ditekan, maka yang menguat kemudian adalah konflik dengan diri sendiri.

Saat berkonflik dengan orang lain, masalahnya ada pada diri sendiri yang berkaitan dengan orang lain. Saat berkonflik dengan diri sendiri, masalahnya sepenuhnya masalah sendiri.

Melepaskan….

Melepaskan perbedaan prinsip

Melepaskan toleransi yang tak berujung

Berharap itu (mungkin) bisa (juga) melepaskan luka…

 

Diam saat mendengar dan melihat yang (dianggap) biasa

Bertahan meski tak lagi mengenali siapa yang berjalan di jalan yang sama

Berharap itu (mungkin) bisa (juga) mengurangi luka…

 

 

Jakarta, 29 November 2016

@rahasiapasir

 

1474167298971

“karena bahagia itu diwujudkan dan dirasakan”

Trip kali ini adalah trip dengan banyak kemudahan dan sedikit biaya. Alhamdulillah. Mulai dari  menginap gratis, makan gratis, difasilitasi transportasi, dan tentu saja pemandu perjalanan. Jelas saja, 3 dari 7 orang yang ngetrip adalah orang Purwakarta : Santi, Dewi dan Ians. Jadi kami berempat (Saya, Rinda, Tatok, dan Punta) tinggal ngikut saja hehe…

Jumat sore, 16 September 2016, Saya, Santi, Dewi  dan Rinda janji ketemuan di Stasiun Bekasi. Dari sini kami naik angkot 02 menuju Terminal  Bekasi dengan ongkos Rp.4000/orang. Kemudian lanjut naik bus ekonomi menuju purwakarta yang ongkosnya Rp.10.000/orang.  Perjalanan Bekasi – Purwakarta membutuhkan waktu sekitar 2 sd 2,5 jam. Tatok dan Punta menyusul dengan kereta jam 21.00 wib dari Jakarta. Pulangnya Tatok naik bus menuju Bekasi, sedangkan saya, Rinda dan Punta naik bus menuju Kampung Rambutan dengan ongkos Rp.20.000/orang.

Lanjut Baca »