Feeds:
Pos
Komentar

Archive for September, 2008

Cerita Pagi Hari (1)

Tadi pagi di kamar kos, ketika sedang berhias diri sebelum berangkat kerja, tiba-tiba dalam pikiranku melintas sebuah nama. Nama yang menjadi salah satu penyumbang kisah dalam perjalanan hidupku.
Ahh, aku jadi mengingatmu teman, juga cerita lalu kita.
”Apa kabar? Adakah kau baik-baik saja?”

(lebih…)

Read Full Post »

HAMPA

Aku kembali kehilangan sentuhannya dan puisiku lara hati
Coba telurusi tiap aksara ’tuk paksa diri merangkai kata
Agar puisiku taklagi lara

Ahh…entah berkisah tentang apa

: hampa..

(Jakarta, 11 September 2008 )

Read Full Post »

Pesan Untuk Rindu

Akh.. tibatiba aku mengingatnya

Rindu…

Ya, lama tak kujumpai dia
Entah bagaimana kabarnya sekarang

Sempat dia datang di mimpiku dan tinggalkan resah
Sempat hendak kusapa sekedar saja, ”apa kabar?”

Tapi kisah lalu buatku ragu…

Hingga kutitip pesan pada angin…
”Jangan lagi datang di mimpiku…
….karena aku takingin lagi merindu…”

(Jakarta, 10 September 2008 )

Read Full Post »

Hanya Waktu

Bila segala resah takmampu lagi dirasai
Mungkin memang perlu sembunyi

Tapi bila taktahu kepingan diri kembali
Lalu sampai kapan harus menanti?
Bilakah terus sembunyi?

Hanya waktu…

Bukan terdiam menantinya kembali
Tapi datang dan membawanya kembali

Menjadi diri…

(Jakarta, 10 September 2008 )

Read Full Post »

Perjalanan 3

Kau?
Aku belum menemukanmu

Saat kucari diantara buih di lautan dan takada
Burung camar berkata, ”mungkin terselip di sela sampansampan terdampar”
Lalu aku ke sana, nihil hasilnya…

(lebih…)

Read Full Post »

Kemarin Malam

Kemarin malam, sesuatu tlah singgah dalam rasa. Satu rasa yang tak bisa kuungkap begitu saja pada dunia. Satu rasa yang tidak hanya perlu dirasakan tapi harus dipikirkan. Bahkan yang kedualah yang lebih penting : dipikirkan, lalu dirasakan. Sayangnya tak mudah memisahkan pikiran dengan perasaan.

(lebih…)

Read Full Post »

Pulang Pagi…Kehujanan

Kuikatkan tubuhku pada angin lalu lesat
Terbang kunjungi bulan
Di lengkung sabitnya kunikmati perjamuan bintang
Dan langit merentang tangan

Setelah bulan benam
Kulihat awan bersandar menghitam penat
…menimpaku…
: Hujan

(Jakarta, 02 September 2008 )

Read Full Post »

Older Posts »