Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Desember, 2008

Bangkit 1

Padamu hanya kukatakan
Aku adalah angin yang tibatiba bangkit menerbangkan lautmu
Agar taklagi tenggelamkanku
Meski alam di luar gelap dan pekat

Aku dan penaku dan tintaku
Mendatangimu bukan agar meleleh oleh panas yang kau cipta
Semata ‘tuk berkata
Kau hanya melintas dalam hidupku
Lalu meruap hilang di angkasa

(Jakarta, 16 Desember 2008 )

Iklan

Read Full Post »

C E R M I N

Saat kita saling bertatap saling melirik
Bahkan saling membelakangi…

Saat kita samasama menjauh
Atau samasama mendekat

Menangis bersama tertawa bersama
Juga sekedar tersenyum oleh imaji yang menggoda hati

Kau dan aku
Dalam waktu dan ruang hidupku

(Jakarta, 16 Desember 2008 )

Read Full Post »

Menuju Cahaya

Pada mata yang bergetar
Pada rambut sehitam malam

Terus kutatap ia

Manikmanik keringat di keningnya menggelincir
Takhenti bersama langkah yang terayun
Menujuku…

”Mari mencari cahaya”

Dan kami berjalan dalam diam
Mencari cahaya…
Menuju cahaya…

(Jakarta, 16 Desember 2008 )

.

Read Full Post »

BILAKAH…

Bilakah kubisa
Menjadi udara dinginkan bara
Menjadi angin terbangkan perih
Menjelma cahaya yang takpernah terbendung luka

Aahh…
Betapa ingin kubisa
Miliki jiwa sedalam asa….

(Jakarta, 16 Desember 2008)
.

Read Full Post »

H A B I S

Cukup lama aku terpanggang diatas baramu dan digarami oleh lautmu. Panas dan perih. Kulit tubuhku takhanya melepuh, bahkan terkelupas dengan pasti. Perlahan, lalu yang tertinggal hanyalah kerangka yang kian lamapun akan menjadi abu. Kemudian datang angin mengangkat dan menggendong tubuh abuku, menerbangkannya entah kemana.
Lalu menjadi apa abu tubuhku bila angin ingin mengantarku kembali padamu? Pada panas baramu. Pada perih lautmu….

(Jakarta, 9 Desember 2008)

.

Read Full Post »

Putus Asa

Langit tumpahkan tangisnya lagi
Mencegat langkahlangkah yang tegap dan yang terseok
Yang cepat dan yang lambat

    : Hingga semua terhenti

Dan tekadnya tersaput pikiran pucat
Masih takberanjak
Diam kutuki malam

    : Hingga malam hanya serupa malam

(Jakarta, 9 Desember 2008)

Read Full Post »

Sesuatu Itu…

Di rumah ini aku pulang. Kurebahkan tubuhku di lantai dan pandangi langitlangitnya sesaat kemudian terpejam. Kuhirup nafas dalam agar taklagi sesak mendekam di dada. Di luar, tlah kutinggalkan sesuatu yang membuatku resah. Aku takmau membawanya masuk. Aku ingin larut dalam keheningan rumahku.

Sesuatu itu telah membuatku taklagi dapat memilih apa yang tepat kulakukan ketika pengertian yang kupinta begitu saja terabaikan. Ketika kepedulian yang kusuguhkan takberbuah syukur tapi justru membuai, melenakan…

Aku merasa letih dan sedang takingin memikirkannya. Hanya berharap saat kubuka pintu rumah ini esok pagi, resah itu taklagi ada. Tapi entah ia rela pergi atau tetap tinggal di luar untuk menyambutku. Aku taktahu. Biarlah kudapatkan jawabannya esok hari. Sekarang biarkan aku bermimpi…

Jakarta, 3 Desember 2008

Read Full Post »