Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Oktober, 2010

MAU TERAPUNG atau MENYELAM

Hari masih pagi dan air langit sudah menyapa dengan deras yang ia suka, dengan lama yang ia mau. Sedang engkau terduduk di satu ruang dengan hanya menatap dindingnya yang di matamu berwarna luka.
Masih jelas diingatanmu ketika tibatiba kau disergap perih, lalu sedih mengikatmu tanpa ia bertanya kau mau atau tidak. Dan ia datang seperti hujan pagi ini, sederas yang ia suka, selama yang ia mau… tapi engkau tetap duduk dengan hanya menatap dinding yang di matamu berwarna luka.

Kau mau terapung atau menyelam?

(lebih…)

Read Full Post »

PUISI YANG HILANG

Perempuan matahari terkapar
Seperti burung patah sayap
Tumbang…

Telah kulihat disana
Puisiku yang hilang
Terlukis sebagai luka

Maka aku berlalu…
:: Tak ingin cemburu

-Jakarta, 4 Oktober 2010-

Read Full Post »

RINDU YANG RAGU

Senja datang diamdiam
Mengendap…
Malampun hinggap

Segumpal rindu yang ragu
Berlarian diujung sayap angin
Lesat rambahi langit
Jelajahi gunung
Arungi laut
Tapi rinduku tetap meragu

Tak cukupkah bahasa tubuhku?

-Jakarta, 6 Juli 2010-

Read Full Post »