Feeds:
Pos
Komentar

Archive for November, 2012

 

Malam yang duka…

Saat bulan penuh di atas teras pada malam yang tenang, ia taklagi bisa beranjak dari diam yang memihak. Segala enggan ‘tlah menghisap energi yang berbaur dalam aliran darahnya. Lunglai. Saat angin barat berhembus, ia hitung daun bunga yang gugur menyepuh tanah.  Air matanya menetes seperti gerimis sedih di atas bunga melati, namun sang malam tak peduli dengan duka miliknya. Malam tetaplah malam dalam hiasan rembulan dan ia tetaplah ia yang berselimut malam duka miliknya.

(lebih…)

Iklan

Read Full Post »