Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘Puisi’

PUISI YANG HILANG

Perempuan matahari terkapar
Seperti burung patah sayap
Tumbang…

Telah kulihat disana
Puisiku yang hilang
Terlukis sebagai luka

Maka aku berlalu…
:: Tak ingin cemburu

-Jakarta, 4 Oktober 2010-

Iklan

Read Full Post »

RINDU YANG RAGU

Senja datang diamdiam
Mengendap…
Malampun hinggap

Segumpal rindu yang ragu
Berlarian diujung sayap angin
Lesat rambahi langit
Jelajahi gunung
Arungi laut
Tapi rinduku tetap meragu

Tak cukupkah bahasa tubuhku?

-Jakarta, 6 Juli 2010-

Read Full Post »

PUISIKU

Segaris jejak rindu di kepalaku
Bersorak girang di remang ruang
Aku bagai terhisap mantra
Haru pada waktu yang gagu
Hingga dalam katakata terbaring sedan
Dan puisiku tercekik di bibir muram
Tertusuk tombak kebingungan

Elang masa depan bersiap-siap terbang
Tapi arahku jalan tak pasti
Katakata takberbulan, angkuh dalam kemurkaan

Dengan petir luka ini kuusap
Maka berlalulah engkau sebagai sayapsayap patah
Agar taklagi ku direngkuh pasir kesepian
Seiring hadirmu pada ruang dan waktu

Puisiku……

– Jakarta, Mei 2009 –

Read Full Post »

Bangkit 2

Perempuan…
Kenapa mesti berduka bila kau terluka?
Daundaun hijau masih bersama kita
Pun puisi dan mimpi
Takperlu kau hisap perihmu serasa demi serasa
Atau berhenti membacai pasir waktu
Nyanyikanlah bahasa mata dalam senyum rekah
Bersama matahari yang belum rendah

Bukan..!
Bukan hendak kucampur kau dengan airmata
Hingga langit terasa sesak
Tapi hariharimu takpantas menjadi sempit dan lebam
Dan takperlu ada penghalang bagi terik siang

Oh perempuan pengeja bintang
Oh perempuan kepasrahan
Kemarilah..!
Biar kuraih kedua tanganmu
Dan kita tulis sejarah pada tiaptiap impian semesta

(Jakarta, 17 Desember 2008 )

Read Full Post »

Bangkit 1

Padamu hanya kukatakan
Aku adalah angin yang tibatiba bangkit menerbangkan lautmu
Agar taklagi tenggelamkanku
Meski alam di luar gelap dan pekat

Aku dan penaku dan tintaku
Mendatangimu bukan agar meleleh oleh panas yang kau cipta
Semata ‘tuk berkata
Kau hanya melintas dalam hidupku
Lalu meruap hilang di angkasa

(Jakarta, 16 Desember 2008 )

Read Full Post »

C E R M I N

Saat kita saling bertatap saling melirik
Bahkan saling membelakangi…

Saat kita samasama menjauh
Atau samasama mendekat

Menangis bersama tertawa bersama
Juga sekedar tersenyum oleh imaji yang menggoda hati

Kau dan aku
Dalam waktu dan ruang hidupku

(Jakarta, 16 Desember 2008 )

Read Full Post »

H A B I S

Cukup lama aku terpanggang diatas baramu dan digarami oleh lautmu. Panas dan perih. Kulit tubuhku takhanya melepuh, bahkan terkelupas dengan pasti. Perlahan, lalu yang tertinggal hanyalah kerangka yang kian lamapun akan menjadi abu. Kemudian datang angin mengangkat dan menggendong tubuh abuku, menerbangkannya entah kemana.
Lalu menjadi apa abu tubuhku bila angin ingin mengantarku kembali padamu? Pada panas baramu. Pada perih lautmu….

(Jakarta, 9 Desember 2008)

.

Read Full Post »